Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ekskalasi Meningkat, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

22
×

Ekskalasi Meningkat, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 28 Februari 2026 – 12:00 WIB

Example 300x600

VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, meminta seluruh warga Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.


img_title


Pasukan Indonesia Bakal Ditempatkan di Gaza Selatan Pada Awal April 2026

Sementara bagi warga AS yang berada di Iran, mereka juga diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut.

“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi,” kata Rubio dalam sebuah pernyataan.


img_title


Ada Aturan Baru bagi Pengemudi yang Menolak Menepi

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio

Dia menambahkan, dirinya menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah, menyusul perintah eksekutif dari Presiden AS, Donald Trump.


img_title


Negara Ini Terapkan Pembatasan Energi untuk Mobil Listrik

Trump diketahui telah mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk Melindungi Warga Negara AS dari Penahanan yang Tidak Sah di Luar Negeri pada musim gugur lalu, menyusul keputusan Kongres yang telah mengesahkan UU Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025 lalu.

“Yang memberi wewenang kepada Departemen untuk menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah,” ujar Rubio.

“Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk rencana pembatasan perjalanan geografis pada penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengatakan, AS membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran, serta mendesak negara itu untuk bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Berbicara kepada wartawan saat kunjungan ke Colorado, Hegseth menegaskan kembali bahwa Presiden Trump lebih memilih solusi diplomatik, tetapi menekankan bahwa militer AS telah siap dengan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.

“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” ujarnya.

Hegseth menekankan, pihaknya bertugas untuk menyediakan berbagai opsi, termasuk memiliki opsi bagi Presiden Trump jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.

Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi”. (Ant).

Airlangga Sebut Tarif Dagang Indonesia-AS Jadi 15 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, tarif dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) turun dari 19 persen ke 15 persen.

img_title

VIVA.co.id

28 Februari 2026





Source link

Example 300250
Example 120x600