Sabtu, 2 Mei 2026 – 17:24 WIB
VIVA – Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf meledek Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas klaim bahwa aksi blokade yang dilakukan Angkatan Laut AS efektif ketimbang membombardir Teheran.
Ghalibaf melalui media sosialnya, mengingatkan Trump dan pasukannya bahwa Iran tidak dapat dikepung, mengingat luasnya perbatasan Iran.
“Jika kalian menarik dua tembok, satu dari New York ke pantai barat AS, dan satu lagi dari Los Angeles ke pantai timur, total panjang kedua tembok itu adalah 7.755 kilometer. Masih seribu kilometer lebih pendek dari total panjang perbatasan Iran.”
“Selamat mencoba mengepung negara dengan perbatasan sepanjang itu!” tambah Ghalibaf menambahkan emoticon tertawa dalam cuitan tersebut.
Ia juga menyertakan catatan untuk Menhan AS Pete Hegseth: “Setiap kilometer sama dengan 0,62 mil.”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade Angkatan Laut AS untuk menekan Iran terkait program nuklirnya, Axios melaporkan, Rabu, 29 April 2026.
Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dapat berlangsung berbulan-bulan, menyebabkan harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang bertahan hingga Kamis, 30 April 2026.
“Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. “Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka,” kata Trump. Ia mengklaim Iran sedang mencari kesepakatan untuk mencabut blokade AS atas jalur pelayaran strategis itu.
Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz dan menunda pembahasan nuklir, dengan menegaskan bahwa tujuan utamanya tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Ia juga mengatakan ketidakmampuan mengekspor minyak telah membuat infrastruktur Iran “hampir meledak.”
Dengan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat yang terhenti setelah beberapa kali gagal, Trump berbicara melalui telepon pada hari Rabu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memperingatkannya tentang “konsekuensi yang merusak” jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan perang mereka terhadap Iran












