Rabu, 13 Mei 2026 – 00:25 WIB
Jakarta, VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi 11 kasus hantavirus pada penumpang dan awak kapal pesiar Belanda MV Hondius yang terdampak wabah. Sembilan di antaranya dikonfirmasi sebagai strain Andes.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa 12 Mei 2026.
WHO menerima laporan wabah hantavirus mematikan di kapal tersebut saat mendekati Cabo Verde awal Mei, yang memicu kekhawatiran internasional.
Para penumpang kemudian turun di Tenerife, Spanyol, akhir pekan lalu.
“Sejauh ini, ada 11 kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Semua kasus berasal dari penumpang atau awak kapal. Sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai virus Andes, sementara dua lainnya kemungkinan besar,” kata Tedros dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.
Ia menegaskan seluruh kasus suspek maupun terkonfirmasi telah diisolasi dan berada di bawah pengawasan medis ketat, sehingga risiko penularan lebih lanjut dapat diminimalkan.
“Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni 10 Mei, sehingga berakhir pada 21 Juni,” ujar Tedros.
WHO juga menekankan bahwa siapa pun yang menunjukkan gejala harus segera diisolasi.
Negara-negara tujuan repatriasi penumpang kini bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan mereka.
WHO meminta negara-negara tersebut melaporkan secara sistematis perkembangan kesehatan penumpang dan awak sesuai regulasi kesehatan internasional. (Ant)












