Minggu, 14 Juni 2026 – 16:03 WIB
Jakarta, VIVA – Indonesia bersiap mencetak sejarah baru di sektor energi rumah tangga. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai bahan bakar memasak yang akan menjadi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.
Jika terealisasi, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan penggunaan tabung CNG berukuran setara LPG 3 kilogram untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas alam dalam negeri.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah saat ini sedang menyusun peta jalan atau roadmap transisi penggunaan LPG ke CNG agar proses peralihan dapat berjalan aman, efisien, dan diterima masyarakat.
Indonesia Jadi yang Pertama di Dunia
Menurut Laode, penggunaan CNG untuk kebutuhan energi bukanlah hal baru di dunia. Namun, penggunaan CNG dalam tabung berukuran setara LPG 3 kilogram untuk kebutuhan memasak rumah tangga merupakan inovasi yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Karena menjadi yang pertama, pemerintah menyadari tantangan yang akan dihadapi tidak sedikit. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan inovasi yang dinilai memiliki banyak manfaat bagi ketahanan energi nasional.
“(CNG 3 kg) pertama kali di dunia memang tantangannya banyak seperti kata Pak Menteri tadi, tapi kan kita nggak akan pernah berhasil kalau nggak pernah menghadapi tantangannya itu,” ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM.
Pemerintah menilai inovasi ini berpotensi menjadi terobosan penting dalam pengelolaan energi domestik, terutama karena Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah.
Gunakan Tabung Teknologi Tipe 4 Berbahan Fiber
Dalam implementasinya nanti, CNG 3 kilogram akan menggunakan tabung berteknologi Tipe 4 yang terbuat dari material serat fiber atau fiber composite.
Teknologi tersebut dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain lebih ringan dibanding tabung logam konvensional dan mampu menahan tekanan gas yang tinggi dengan tingkat keamanan yang memadai.












