Jumat, 3 Juli 2026 – 15:13 WIB
VIVA – Persib Bandung baru-baru ini resmi memperkenalkan Sandy Walsh sebagai rekrutan anyar bersama Luka Menalo. Kehadiran bek Timnas Indonesia tersebut langsung menjadi sorotan karena menambah deretan pemain diaspora yang kini memperkuat Persib sekaligus mempertegas ambisi klub untuk bersaing di berbagai kompetisi musim depan.
Di balik kepindahannya ke Bandung, Sandy Walsh ternyata memiliki perjalanan karier yang panjang. Bek berusia 31 tahun itu pernah menimba ilmu di akademi elite Belgia, berkarier di Jepang dan Thailand, hingga menjadi salah satu pilar penting Timnas Indonesia setelah menjalani proses naturalisasi yang memakan waktu bertahun-tahun.
Rekam Jejak Sandy Walsh
Sandy Walsh lahir pada 14 Maret 1995. Ia memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Anderlecht pada 2003 sebelum melanjutkan pembinaan di akademi KRC Genk pada 2011.
Bersama Genk, Sandy akhirnya menembus tim utama dan menjalani debut profesional pada 2012. Di sana ia ikut merasakan gelar Piala Belgia sebelum melanjutkan karier bersama Zulte Waregem pada 2017.
Setelah tiga musim membela Zulte Waregem, Sandy pindah ke KV Mechelen pada 2020. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 288 penampilan di kompetisi Liga Belgia, menunjukkan konsistensi sebagai salah satu bek berpengalaman.
Menjelajah Jepang hingga meraih treble di Thailand
Pada awal 2025, Sandy memutuskan mencari tantangan baru dengan bergabung bersama Yokohama F. Marinos di Jepang. Tak lama kemudian, ia melanjutkan karier ke Buriram United di Thailand pada Agustus 2025. Bersama klub tersebut, Sandy menikmati salah satu musim terbaiknya.
Ia berhasil membantu Buriram United meraih tiga gelar bergengsi sekaligus atau treble winners, yakni Liga Thailand, Thai FA Cup, dan ASEAN Club Championship.
Prestasi itu membuat namanya semakin diperhitungkan sebelum akhirnya Persib Bandung merekrutnya dengan kontrak berdurasi tiga tahun hingga 2029.
Bek serbabisa jadi nilai tambah
Salah satu kelebihan terbesar Sandy Walsh adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi. Selain sebagai bek kanan, ia juga mampu dimainkan sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan. Fleksibilitas tersebut menjadi alasan utama Persib tertarik merekrutnya.
“Selama berkarier, Sandy Walsh telah menunjukkan kemampuannya bermain di berbagai posisi,” ungkap Deputi CEO Persib, Adhitia Putra Herawan. “Baik bek kanan, bek tengah, maupun gelandang bertahan. Karakter serbabisa seperti ini tentu menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi kebutuhan tim,” ujarnya.












