Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
MARKET DATA
Last updated :
N4 (N5)
WD
0.5K DMI
EUP 16155
WNI 16100
IBP 16015
CTR 16225
N4 (N3)
ACC
0.5K SAN DMI
EUP 16155
WNI 16100
IBP 16015
CTR 16225
N4 (N14)
NO BIDDER
2K FOB PALOPO
EUP -
WNI -
IBP -
CTR -
Example 728x250
Nasional

Orang Basudara, Laboratorium Hidup Perdamaian di Bumi Rempah

2
×

Orang Basudara, Laboratorium Hidup Perdamaian di Bumi Rempah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 14 Februari 2026 – 05:02 WIB

Example 300x600

VIVA – ‘Orang Basudara’, bukan sekadar istilah ungkapan persaudaraan, melainkan filosofi hidup yang diwariskan lintas generasi bagi masyarakat Maluku. Mereka hidup di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Nilai ini menjadi fondasi sosial yang menjaga harmoni masyarakat di wilayah yang sejak dahulu dikenal sebagai ‘Surganya’ Rempah.


img_title


Maluku Perkuat Literasi Keagamaan Lintas Budaya, Sekolah Didorong Jadi Ruang Tumbuh Toleransi

Konsep orang basudara lahir dari kearifan lokal yang menempatkan hubungan kemanusiaan di atas sekat identitas. Warga memaknai perbedaan sebagai kekuatan kolektif, bukan ancaman. Nilai ini tampak dalam berbagai praktik keseharian, mulai dari gotong royong, saling menjaga saat perayaan keagamaan, hingga solidaritas saat bencana melanda.

Tak berlebihan jika para tokoh dan akademisi menyebut Maluku sebagai “laboratorium hidup perdamaian” karena masyarakatnya berhasil merawat rekonsiliasi pascakonflik sosial di awal 2000-an. 


img_title


Istana Sebut 8.000 Pasukan Disiapkan untuk Misi Perdamaian di Gaza

Proses penyembuhan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan formal, tetapi juga lewat pendekatan budaya yang menekankan persaudaraan. Tradisi pela gandong — misalnya, mengikat desa-desa dengan latar agama berbeda dalam hubungan kekeluargaan yang kuat.

Di Ambon dan wilayah sekitarnya, semangat orang basudara kerap terlihat dalam ruang publik. Komunitas pemuda lintas iman aktif menggelar dialog, kegiatan seni, hingga aksi sosial bersama. Sekolah dan kampus juga mulai memasukkan nilai toleransi berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter.


img_title


Media Israel Sebut RI Akan Jadi Negara Pertama Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Sekda Provinsi Maluku Sadali Le di seminar LKLB di Kota Ambon, Kamis, 12/2

Semangat membangun perdamaian dengan menjaga nilai-nilai kearifan lokal itu pula yang ingin terus didorong melalui pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang diinisiasi Institut Leimena, bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan keagamaan yang ada di Maluku.

Para tokoh masyarakat menilai menjaga semangat perdamaian ini menjadi tantangan di era digital ketika arus informasi bergerak cepat dan kerap memicu polarisasi. Karena itu, generasi muda terus didorong untuk memahami warisan leluhur yang luar biasa, yaitu semangat hidup “Orang Basudara” sebagai sebuah jati diri. Perbedaan agama dan suku seharusnya tidak menjadi pemisah, melainkan perekat dan tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah.

“Tantangan zaman menuntut kita untuk tidak sekadar hidup berdampingan, saling memahami, namun yang terpenting saling menghargai satu sama lain. Di sinilah peran penting Literasi Keagamaan Lintas Budaya, dan merupakan kunci karakter hidup ‘Orang Basudara’ yang dilandasi rasa hormat dan empati,” kata Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Provinsi Maluku, Sadali Le dalam seminar bertemakan ‘Penguatan Karakter Bangsa untuk Mendukung Asta Cita dalam Semangat Hidup Orang Basudara melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB)’ di Kota Ambon, Kamis, 12 Februari 2026.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600