Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Banjir Rendam 8 RW di Ciracas Jaktim, Ketinggian Capai 1,7 Meter

7
×

Banjir Rendam 8 RW di Ciracas Jaktim, Ketinggian Capai 1,7 Meter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Minggu, 22 Maret 2026 – 08:12 WIB

Example 300x600

VIVA – Banjir merendam sembilan rukun warga (RW) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur,  pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, atau hari pertama lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan Kali Cipinang meluap.


img_title


Tarif Rp1 Masih Berlaku 22 Maret 2026? Ini Penjelasan dan Jadwal Lengkapnya

Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.

“Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap,” kata Panangaran saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026.


img_title


Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Raup Omzet Tembus Rp8 Juta Sehari saat Periode Mudik

Panangaran menjelaskan, dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ciracas, terdapat empat kelurahan yang dilintasi Kali Cipinang dan terdampak banjir. Keempat wilayah tersebut meliputi Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan.

Adapun wilayah terdampak tersebar di sembilan RW yang berada di bantaran kali. Di Kelurahan Cibubur, genangan terjadi di RW 05 dan RW 06, lalu di Kelurahan Kelapa Dua Wetan banjir merendam RW 02, RW 09, dan RW 11.


img_title


Badan Lemas Usai Mudik? Simak 10 Cara Ini Bantu Tenaga Cepat Pulih

Selanjutnya, di Kelurahan Ciracas banjir dilaporkan terjadi di RW 04 dan RW 05. Sedangkan di Kelurahan Rambutan, banjir melanda RW 01 dan RW 03.

Panangaran menyebutka air mulai meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan di wilayah tersebut dapat surut dalam waktu kurang lebih dua jam. Namun, kali ini, banjir belum surut hingga lebih dari tiga jam setelah meluap. “Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya,” ucapnya.

Menurutnya,, belum surutnya genangan diduga dipengaruhi oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu serta kapasitas kali yang tidak mampu menampung volume air.

Pihaknya bersama unsur terkait masih terus memantau kondisi di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bantaran Kali Cipinang. “Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” ucap Panangaran.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan juga diminta untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600