Sabtu, 9 Mei 2026 – 15:37 WIB
VIVA – Kerusuhan pecah usai laga playoff promosi Championship Liga 2 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat 8 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan 10 personel kepolisian terluka, puluhan kendaraan rusak dan terbakar, serta belasan orang diamankan aparat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan tim gabungan Satreskrim Polres Jayapura bersama Inafis Polda Papua sedang melakukan identifikasi terhadap kerusakan dan pelaku yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut.
“Salah satu korban anggota kami Ipda Arjuna menderita luka serius di bagian kepala akibat lemparan batu dan kini dirawat intensif di rumah sakit. Selain itu, satu warga sipil juga menjadi korban akibat serangan massa,” kata Cahyo kepada awak media di Jayapura, Sabtu 9 Mei 2026.
Kerugian material akibat kerusuhan disebut cukup besar. Sedikitnya 25 kendaraan roda empat mengalami kerusakan berat atau terbakar. Selain itu, tiga kendaraan roda enam dirusak, sembilan sepeda motor terbakar, dan 27 unit sepeda motor lainnya dilaporkan hilang.
Fasilitas Stadion Lukas Enembe juga mengalami kerusakan di empat titik utama, termasuk ruang video operation control. Satu unit ambulans milik Brimob Polda Papua turut hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Hingga kini, polisi telah mengamankan 14 orang di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan dalam aksi kericuhan. Aparat juga masih menyelidiki informasi mengenai dugaan penjarahan kios di sekitar stadion, meski belum ada laporan resmi dari masyarakat.
Dalam pengamanan pertandingan itu, sebanyak 850 personel Polda Papua diterjunkan, meningkat dari rencana awal sebanyak 700 personel. Aparat juga menyiagakan pasukan cadangan di jalur penyangga dari arah Kerow dan Kota Jayapura.
Polda Papua menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana dalam kericuhan tersebut.
“Langkah penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana dalam kericuhan ini,” ujar Cahyo.
Kerusuhan terjadi setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Adhyaksa FC atas Persipura. Kekalahan tersebut membuat Persipura gagal meraih promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.












