Kamis, 21 Mei 2026 – 19:31 WIB
Jakarta, VIVA – Hasil Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII menunjukkan bahwa kelompok pendidikan memiliki korelasi terhadap tingkat penggunaan internet.
Tingkat penetrasi tertinggi tercatat pada kelompok pendidikan perguruan tinggi sebesar 92,49 persen, diikuti SMA/SMK sederajat sebesar 90,44 persen, SMP sederajat sebesar 82,48 persen, dan tidak sekolah/SD sederajat sebesar 74,84 persen.
Berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok Gen Z sebesar 89,02 persen dan milenial sebesar 90,34 persen, yang menunjukkan dominasi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai informasi, APJII mencatat penetrasi internet di Tanah Air mencapai 81,7 persen atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa.
Selanjutnya, dari sisi aktivitas, di mana masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen. Terkait alasan masyarakat menggunakan internet, aktivitas komunikasi dan jejaring sosial menjadi faktor terbesar dengan persentase 19,9 persen.
Kemudian, diikuti hiburan digital seperti streaming dan game sebesar 19,7 persen, pencarian informasi dan berita sebesar 19,6 persen, serta transaksi e-commerce dan layanan digital sebesar 18,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian penting dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, bagi masyarakat yang belum terkoneksi internet, alasan utama yang paling banyak ditemukan adalah tidak memiliki perangkat yang dapat terkoneksi internet sebesar 34 persen, tidak mengetahui cara menggunakan perangkat digital sebesar 31,5 persen, dan harga kuota internet yang masih dianggap mahal sebesar 17,2 persen.
Sementara kasus keamanan digital yang paling banyak dialami masyarakat pada 2026 adalah penipuan online sebesar 13,6 persen dan pencurian data pribadi/hack/phishing sebesar 7,8 persen. Selain itu, survei APJII 2026 juga mencatat pertumbuhan pelanggan internet tetap (fixed broadband).
“Jumlah masyarakat yang berlangganan internet tetap mencapai 99.515.436 jiwa, dengan pertumbuhan pelanggan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas pelanggan internet tetap menggunakan layanan internet kabel/fiber sebesar 37,9 persen,” jelas Ketua Umum APJII Muhammad Arif di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.












