Rabu, 1 Juli 2026 – 03:30 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan status sebagai tim unggulan jelang menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu 1 Juli 2026 pagi WIB.
Meski Les Bleus tampil sempurna di fase grup, Deschamps menegaskan fase gugur merupakan tantangan yang berbeda karena tidak ada kesempatan kedua bagi tim yang kalah.
Dua tim unggulan, Jerman dan Belanda, sudah merasakan pahitnya tersingkir di babak 32 besar. Jerman disingkirkan Paraguay melalui drama adu penalti 2-3, sedangkan De Oranje juga mengalami nasib serupa setelah kalah 2-3 dari Maroko dalam adu penalti. Deschamps tak ingin Prancis menjadi tim unggulan berikutnya yang harus angkat koper lebih awal dari Piala Dunia 2026.
Prancis datang ke babak 32 besar dengan modal meyakinkan setelah menyapu bersih tiga pertandingan di Grup I. Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan menutup fase grup dengan kemenangan telak 4-1 atas Norwegia sehingga melaju dengan poin sempurna.
Namun, Deschamps menilai catatan impresif tersebut tidak menjamin timnya akan melaju mulus ke babak berikutnya. Menurut pelatih berusia 57 tahun itu, setiap pertandingan di fase gugur memiliki tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan fase grup.
“Berdasarkan performa kami dalam tiga pertandingan sejauh ini (tiga kemenangan), saya rasa pandangan itu tidak berubah. Tujuan kami adalah tetap percaya diri. Sekarang kami memasuki fase baru,” kata Deschamps, dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu.
Deschamps mengakui Prancis belum pernah mengakhiri fase grup dengan poin sempurna pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya. Namun, ia menegaskan pencapaian tersebut tidak memberikan keuntungan berarti karena seluruh tim memulai babak gugur dengan peluang yang sama.
“Sekarang tidak ada kesempatan kedua, tetapi itu bukan berarti kami harus bermain dengan rasa takut atau menahan diri,” ujarnya.
Laga melawan Swedia menjadi pertandingan fase gugur ke-19 yang dijalani Deschamps bersama Prancis di turnamen besar internasional sejak mengambil alih kursi pelatih pada Juli 2012. Selama menangani Les Bleus, ia berhasil mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018 dan membawa Prancis kembali mencapai final pada edisi 2022 di Qatar.












