Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kisah Mualaf Wanita Pecandu Alkohol, Masuk Islam Gegara Tersentuh Perilaku Muslim di Ramadhan

14
×

Kisah Mualaf Wanita Pecandu Alkohol, Masuk Islam Gegara Tersentuh Perilaku Muslim di Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Rabu, 25 Februari 2026 – 04:44 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Perjalanan spiritual setiap insan kerap hadir melalui jalan yang tak terduga. Hal itulah yang dialami Sherly, seorang perempuan muda yang pernah terjerumus dalam kehidupan kelam sebelum akhirnya menemukan ketenangan dalam pelukan Islam


img_title


Jadwal Salat Hari Ini Rabu 25 Februari 2026 untuk Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Kisahnya menjadi pengingat bahwa hidayah bisa datang melalui keteladanan sederhana dan kepedulian tulus dari sesama. Scroll lebih lanjut yuk!

Sejak usia 16 tahun, hidup Sherly berubah drastis. Perceraian orang tuanya membuat kondisi emosionalnya terguncang. Ia mengaku sulit menerima keadaan tersebut hingga perlahan kehilangan arah. 


img_title


Benarkah Minum Kopi saat Sahur Menambah Energi? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Rasa marah, kecewa, dan kesedihan menumpuk tanpa saluran yang sehat. Dalam kondisi itu, ia sempat terjerumus pada kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

“Saya sangat marah tentang semuanya dan saya menyalahkan diri saya,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube Ummu TV, Selasa 24 Februari 2026.


img_title


Kisah Mualaf Rapper Amerika Mirip Umar Bin Khattab, Dulu Benci Islam karena Hal Ini

Di usia yang sama, Sherly memutuskan untuk bekerja. Lingkungan kerjanya mempertemukannya dengan sejumlah muslimah. Interaksi sehari-hari bersama rekan-rekan Muslim itu menjadi titik awal ketertarikannya pada Islam. 

Ia merasakan perhatian dan kepedulian yang berbeda, terutama ketika bulan Ramadhan tiba. Baginya, sikap empati dan dukungan yang ia terima terasa tulus dan menenangkan.

“Sampai saya masuk universitas di mana saya banyak bertemu orang baru dan beberapa dari mereka adalah muslim yang membuat saya tertarik kepada Islam,” katanya.

Meski demikian, perjalanan Sherly tidak berjalan mulus. Saat memasuki bangku kuliah, ia masih bergumul dengan kebiasaan lamanya. Ia kerap mabuk dan menyadari bahwa perilaku tersebut justru memperburuk kondisi mentalnya. 

Ia didiagnosis mengalami kecemasan serta depresi berlebihan. Di tengah keputusasaan, seorang teman menyarankannya mempelajari Islam. Awalnya, ia menolak karena merasa hatinya masih diliputi konflik.

Seiring waktu, dorongan untuk mencari jawaban semakin kuat. Sherly mulai membaca terjemahan Al-Qur’an secara digital. Tanpa ia sadari, proses itu perlahan menenangkan batinnya. Ia menemukan ajaran yang menjelaskan makna hidup dan asal-usul manusia.

“Dengan Islam saya bisa mengambil hidup saya kembali dan mengetahui asal usul segalanya. Hingga suatu hari sebelum saya kembali ke kampus di tahun baru, saya menghubungi teman saya dan mengatakan padanya bahwa saya serius untuk memeluk agama Islam dan bilang saya mau masuk Islam,” kata dia.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600