Sabtu, 9 Mei 2026 – 14:34 WIB
VIVA – PSSI akhirnya buka suara terkait kerusuhan yang pecah usai laga playoff promosi Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat malam 8 Mei 2026.
Insiden ricuh yang dipicu kekecewaan suporter setelah Persipura kalah 0-1 kini menjadi perhatian serius federasi. Apalagi, kerusuhan tersebut menyebabkan puluhan kendaraan rusak dan terbakar, fasilitas stadion hancur, hingga memakan korban luka.
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI), Yunus Nusi, mengaku prihatin dan menyayangkan insiden yang terjadi di Jayapura. Ia menilai kericuhan tersebut mencoreng upaya sepak bola Indonesia yang saat ini masih dalam pengawasan FIFA.
“PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di Jayapura dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam,” kata Yunus Nusi dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id Sabtu, 9 Mei 2026.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi
Menurut Yunus, masyarakat Papua dan suporter Persipura selama ini dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Karena itu, ia mengaku tidak menyangka kericuhan bisa terjadi hingga berujung aksi anarkis.
“Karena kami tahu bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola pasti kalian ingin menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” ujarnya.
PSSI juga mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia saat ini masih menjadi perhatian FIFA. Karena itu, federasi berharap insiden serupa tidak kembali terulang di stadion mana pun di Tanah Air.
“Ini tentu juga menggores perjalanan sepak bola kita yang kita tahu bersama ini kita sedang sementara dimonitori dan diawasi oleh FIFA,” lanjut Yunus.
Dalam pernyataannya, Yunus turut meminta seluruh suporter di Indonesia untuk bisa menerima hasil pertandingan dengan dewasa. Ia menegaskan menang, kalah, maupun imbang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola.
“Kita butuh kesabaran, kesadaran, bahwa menang dan kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen suporter untuk ikut menjaga keamanan stadion agar sepak bola Indonesia bisa menjadi tontonan yang nyaman bagi keluarga.












