Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Terungkap Alasan Mahasiswa Geruduk dan Kejar Nusron, Sudaryono hingga Budiman Saat Diskusi di GIK UGM

10
×

Terungkap Alasan Mahasiswa Geruduk dan Kejar Nusron, Sudaryono hingga Budiman Saat Diskusi di GIK UGM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Selasa, 16 Juni 2026 – 11:20 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Aksi mahasiswa yang menggeruduk hingga mengejar sejumlah pejabat negara usai diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya terungkap. Mahasiswa menegaskan tindakan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak lagi mendengarkan suara kritik masyarakat.


img_title


SEMA UGM Ungkap Alasan Hentikan Diskusi Nusron-Budiman Sudjatmiko: Mereka Pejabat Banyak Berbohong

Insiden itu terjadi dalam acara bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar yang digelar di kawasan kampus UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin malam, 15 Juni 2026.

Diskusi tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.


img_title


Inilah Kronologi Lengkap Diskusi Pejabat di UGM Berujung Ricuh, Mahasiswa Naik Panggung hingga Evakuasi Dramatis

Mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia, forum awalnya berlangsung normal dan dihadiri banyak mahasiswa yang ingin mendengarkan langsung pandangan para pejabat pemerintah.

Namun suasana berubah ketika sesi pemaparan berlangsung dan berujung pada aksi protes terbuka dari mahasiswa yang hadir di lokasi.


img_title


Awal Mula Diskusi di UGM Ricuh: Ucapan Budiman Sudjatmiko Ini Bikin Mahasiswa ‘Panas’

Mahasiswa Nilai Pejabat Tidak Layak Bicara Pancasila

Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa UGM. Sebagian di antaranya mengaku telah datang sejak awal untuk mengikuti jalannya diskusi.

Ketua Umum Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan alasan di balik aksi protes tersebut.

Menurutnya, para pejabat yang hadir tidak layak berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila apabila masih terdapat berbagai persoalan yang dianggap belum terselesaikan di tengah masyarakat.

“Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat,” kata Mesa.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Kritik Dianggap Tak Lagi Didengar

Mesa menilai cara-cara penyampaian aspirasi yang selama ini dilakukan masyarakat tidak lagi efektif untuk menarik perhatian pemerintah.

Karena itu, menurutnya, aksi mendatangi langsung pejabat publik menjadi salah satu cara yang dipilih mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara terbuka.

Ia bahkan menyebut bahwa para pejabat saat ini tidak cukup hanya diajak berdiskusi secara biasa.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600