Selasa, 5 Mei 2026 – 21:11 WIB
Bontang, VIVA – Kota Bontang disebut semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu diungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur.
Kinerja investasi di Kota Bontang sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang melampaui target dan mencerminkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data DPMPTSP Kota Bontang, realisasi investasi mencapai Rp3,08 triliun atau 123,23 persen dari target Rp2,5 triliun.
Capaian tersebut juga meningkat 13,66 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah tersebut. Kata Muhammad Aspian Nur, hasil ini merupakan buah dari upaya bersama dalam menciptakan kemudahan berusaha serta kepastian layanan bagi investor.
“Realisasi investasi tahun 2025 yang melampaui target ini menunjukkan bahwa Kota Bontang semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.
Dari total investasi tersebut, kata Aspitan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp3,026 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp54,11 miliar.
“Meski kontribusi PMA relatif lebih kecil, sektor ini tetap berperan dalam mendorong pengembangan sejumlah bidang strategis,” ucapnya.
Realisasi investasi ini berasal dari 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha non-UMKM. Hal ini menunjukkan aktivitas investasi yang cukup dinamis di Bontang, meski tingkat kepatuhan pelaporan kegiatan penanaman modal masih berada di angka 43,69 persen dan menjadi catatan evaluasi pemerintah daerah.
“Pada sektor PMA, investasi didominasi oleh bidang perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, serta hotel dan restoran,” tuturnya.
Sementara itu, untuk PMDN, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar, khususnya industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi yang mencapai 85,96 persen.
Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi, industri logam dasar, jasa lainnya, serta hotel dan restoran juga turut berkontribusi dalam struktur investasi daerah.
Dominasi industri kimia mempertegas posisi Bontang sebagai salah satu kawasan industri strategis di Kalimantan Timur, sekaligus menunjukkan adanya perkembangan pada sektor jasa yang mulai tumbuh seiring meningkatnya aktivitas investasi.












