Sabtu, 9 Mei 2026 – 20:42 WIB
Jakarta, VIVA – Perayaan Hari Kartini kini tak lagi hanya identik dengan kebaya dan lomba memasak. Di tengah perkembangan era digital, makna perjuangan perempuan Indonesia ikut berubah. Banyak perempuan kini tak hanya dituntut mandiri secara finansial, tetapi juga harus mampu bertahan di ruang publik yang penuh tantangan, termasuk di jalanan dan dunia teknologi.
Fenomena itu terlihat dari semakin banyaknya perempuan yang terjun menjadi pengemudi transportasi online, pelaku UMKM digital, hingga mulai masuk ke industri teknologi yang selama ini masih didominasi laki-laki. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Namun di balik meningkatnya partisipasi perempuan tersebut, muncul tantangan baru yang tak kalah besar: rasa aman, literasi keuangan, hingga kepercayaan diri untuk berkembang di dunia digital.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah program pemberdayaan perempuan mulai bermunculan dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan modern. Salah satunya lewat pelatihan bela diri bagi pengemudi perempuan, edukasi keuangan untuk pelaku UMKM, hingga ruang diskusi teknologi untuk generasi muda perempuan.
“Di Grab, kami ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus kami adalah memberikan mereka wadah untuk berkembang, sehingga mereka mampu membuka jalan dan menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 9 Mei 2026.
Salah satu perhatian terbesar datang dari aspek keamanan perempuan yang bekerja di jalan. Banyak pengemudi perempuan mengaku masih menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman saat bekerja.
Karena itu, pelatihan perlindungan diri mulai dianggap penting, bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental menghadapi risiko di ruang publik.
“Kemampuan dasar untuk melindungi diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kesiapan mental dan kesadaran situasional. Dengan latihan yang tepat, perempuan dapat lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi di ruang publik, termasuk saat bekerja di jalan,” kata Dennis Laoh, Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa.












