Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Bahrain Tangkap 41 Orang Diduga Terkait IRGC Iran, Ada Apa Sebenarnya?

12
×

Bahrain Tangkap 41 Orang Diduga Terkait IRGC Iran, Ada Apa Sebenarnya?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 9 Mei 2026 – 22:40 WIB

Example 300x600

VIVA –Kementerian Dalam negeri Bahrain menangkap 41 orang yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun, pihak berwenang tidak memberikan rincian mengenai aktivitas yang dituduhkan kepada mereka yang ditahan.


img_title


Intelijen AS Ungkap Mojtaba Khamenei Masih Atur Strategi Perang Iran Meski Jalani Perawatan

Saat ini ke-41 oarng tersebut telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum. Melansir laman presstv.ir, Sabtu 9 Mei 2026, pihak berwenang Bahrain menyebut langkah ini diambil setelah melakukan penyelidikan terkait kasus kontak dengan pihak lain.

Mereka juga menegaskan bahwa langkah yang lebih ketat akan diterapkan untuk mengidentifikasi tersangka lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.


img_title


Iran Murka! AS Dituding Langgar Gencatan Senjata, Teheran Ancam Serang Kapal di Selat Hormuz

Sebelumnya, pada 27 April lalu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa kerajaan Bahrain telah mencabut kewarganegaraan 69 orang beserta keluarga mereka karena menunjukkan dukungan terhadap serangan balasan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel di Asia Barat, di tengah serangan berdarah dan tanpa provokasi terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, kementerian dalam negeri Bahrain juga menuduh individu-individu tersebut mengunggah konten di media sosial yang dianggap memuji dan bersimpati kepada kelompok-kelompok perlawanan di kawasan.


img_title


Bantah CIA, Menlu Iran Klaim Persediaan Rudal Justru Naik Jadi 120 Persen

Sebulan sebelumnya, kelompok oposisi Bahrain menyebut rezim Al Khalifah telah menyiksa seorang pemuda hingga tewas saat berupaya memaksanya memberikan pengakuan yang mengaitkan dirinya dengan Iran.

Perkumpulan al-Wefaq saat itu menyatakan bahwa aparat rezim menghentikan Sayyed Mohammed al-Moussawi bersama sejumlah pemuda lainnya di sebuah pos pemeriksaan keamanan di Pulau al-Muharraq. Mereka kemudian dibawa ke lokasi yang tidak diketahui tanpa alasan yang jelas.

Keluarga Moussawi sama sekali tidak mengetahui keberadaannya. Beberapa hari kemudian, mereka dikejutkan dengan kabar bahwa jasad Moussawi telah dipulangkan dalam kondisi terdapat tanda-tanda penyiksaan.

Rezim Al Khalifah, yang selama bertahun-tahun dituduh menindas warga Syiah dan aktivis pro-demokrasi di Bahrain, disebut semakin meningkatkan tindakan represif sejak dimulainya ofensif Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Pemerintah Bahrain menyebut operasi rudal dan drone Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat di negara itu sebagai serangan terhadap kedaulatan mereka. Bahrain juga dianggap mengambil sikap paling keras terhadap Teheran dibanding negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya.

Menlu AS Tak Bisa Jamin Trump Berhenti Serang Paus Leo dan PM Italia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio melakukan pertemuan diplomatic dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni dan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV

img_title

VIVA.co.id

9 Mei 2026





Source link

Example 300250
Example 120x600