Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Amankan Pelayaran Komersial, Inggris Kerahkan Kapal Tempur HMS Dragon ke Selat Hormuz

8
×

Amankan Pelayaran Komersial, Inggris Kerahkan Kapal Tempur HMS Dragon ke Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Minggu, 10 Mei 2026 – 06:00 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Kementerian Pertahanan Inggris mengerahkan sebuah kapal tempur ke Timur Tengah pada Sabtu, 9 Mei 2026, sebagai persiapan akan kemungkinan digelarnya misi internasional untuk melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.


img_title


Trump Siapkan Project Freedom Plus Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal, Apa Isinya?

Kapal penghancur Tipe 45, HMS Dragon, yang sebelumnya ditempatkan di Laut Mediterania timur dekat Siprus, akan bersiaga di kawasan tersebut untuk ikut serta dalam inisiatif maritim Inggris-Prancis jika kondisi memungkinkan.

Rencana misi yang didukung Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tersebut, bertujuan menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.


img_title


Iran Murka! AS Dituding Langgar Gencatan Senjata, Teheran Ancam Serang Kapal di Selat Hormuz

“Kami dapat memastikan bahwa HMS Dragon akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk bersiaga menjelang kemungkinan pelaksanaan misi multinasional dalam rangka melindungi pelayaran internasional, saat kondisi memungkinkan untuk melintas di Selat Hormuz,” kata juru bicara Kemenhan Inggris, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu, 10 Mei 2026.


img_title


Harga Minyak Dunia Balik ke Atas US$100 Usai AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz

Dia menambahkan, pra-penempatan HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan bijak yang akan memastikan kesiapan Inggris, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis. 

“Untuk mengamankan selat tersebut,” ujarnya.

Diketahui, ketegangan meningkat di kawasan itu setelah Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, melancarkan serangan ke Iran. Iran pun kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk Persia.

Perang tersebut mengakibatkan gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Pada 8 April 2026, gencatan senjata disepakati dengan mediasi Pakistan, tetapi tahap pertama perundingan damai di Islamabad pada 11 April gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan, sehingga memberi waktu bagi semua pihak agar mengupayakan solusi konflik secara permanen melalui diplomasi.

Namun sejak 13 April, AS telah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis itu. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Trump mengumumkan bahwa militer AS akan menunda untuk sementara pelaksanaan “Project Freedom”, untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

“Blokade AS terhadap Iran akan tetap dilanjutkan,” ujar Trump. (Ant).

CENTCOM Klaim 58 Kapal Komersial Dialihkan dalam Operasi Blokade Iran

Amerika Serikat menyatakan bahwa sebanyak 58 kapal komersial yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran telah dialihkan di tengah blokade laut AS.

img_title

VIVA.co.id

9 Mei 2026





Source link

Example 300250
Example 120x600