Kamis, 21 Mei 2026 – 01:04 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena saat ini menjadi satu-satunya partai di parlemen yang berada di luar pemerintahan.
Menurut Prabowo, PDIP telah berjasa untuk menjaga demokrasi di Indonesia, karena adanya oposisi memastikan adanya check and balance, terutama terhadap lembaga-lembaga eksekutif yang menjalankan pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di ruang rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Ilustrasi bendera PDIP dalam acara Peringatan Bulan Bung Karno 2023
“Tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati, saya hargai itu, demokrasi kita perlu check and balance, saya faham dan mengerti, PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu, sebenernya, saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Prabowo.
Prabowo melanjutkan dirinya meyakini setiap pemimpin harus mau dan dapat dikritik, lembaga-lembaga pemerintah harus diawasi kerjanya. Prabowo juga mengakui jika semua partai mendukung pemerintah, tentu itu tidak baik untuk Indonesia sebagai negara yang menganut asas demokrasi.
“Kadang-kadang saya malem-malem sebelum tidur, pilu hati saya, ini anggota PDIP, ini kritiknya kadang-kadang keras banget, tetapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tetapi sebenarnya dia menyelamatkan kita,” ujar Prabowo.
“Jadi, saya terima kasih, saya hormati pengorbanan kalian,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkap dirinya telah memberi instruksi kepada jajaran menterinya untuk tidak menghambat perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PDIP manakala mereka ingin mengikuti tender dari pemerintah.
“Tanya, saya selalu mengatakan, menteri-menteri minta petunjuk: Pak ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender. Tetapi ini di belakangnya ada PDIP. Benar? Ayo menteri-menteri benar kan. Tetapi apa jawaban saya? Tidak ada masalah! Kalau dia menang, menang aja, jangan lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan dirinya berbuat demikian karena meneladani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.












