Kamis, 21 Mei 2026 – 03:06 WIB
Istanbul, VIVA – Di tengah memanasnya situasi kemanusiaan menuju Gaza, nama selebriti sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi ikut menjadi sorotan. Putri mendiang Marissa Haque dan Ikang Fawzi itu tampak aktif membagikan perkembangan mencekam terkait pencegatan kapal Global Sumud Flotilla oleh militer Israel, Senin 18 Mei 2026.
Lewat unggahan Instagram pribadinya, Chiki memperlihatkan suasana tegang dari pusat pemantauan Global Sumud di Istanbul, Turki. Dalam video yang dibagikan, terlihat para relawan dan aktivis kemanusiaan memonitor pergerakan kapal-kapal yang membawa misi bantuan untuk Gaza. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
Situasi berubah menegangkan ketika kapal-kapal tersebut dikabarkan mulai dicegat oleh pasukan Israel. Chiki pun langsung mengabarkan kondisi terkini melalui media sosialnya.
“Interception start NOW!!!!! Perhatikan teman2 kita delegasi Indonesia. Sudah lebih dari 8juta serangan cyber, internet di jammed dll. Start mobilize noww!” tulis Chiki Fawzi, dikutip Kamis 21 Mei 2026.
Unggahan itu langsung menyita perhatian netizen karena di dalam kapal tersebut terdapat sejumlah delegasi asal Indonesia, termasuk jurnalis dan aktivis kemanusiaan tanah air.
Diketahui, dua wartawan Republika yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai disebut turut berada dalam rombongan yang dicegat. Chiki bahkan mengungkap detail kapal yang mengalami interception melalui caption di Instagramnya.
“Baru aja confirm. 4 org Indonesia diintercept. Ozgurluk dan Bora Alize di intercept. Bora Alize ada Abeng jurnalis Republika. Ozgurluk ada Thoudi jurnalis Republika, Mas Heru dari iNews, Andre dari Tempo,” tulisnya lagi.
Tak hanya membagikan informasi, Chiki juga menunjukkan momen mencekam saat militer Israel mulai naik ke atas kapal. Dalam rekaman video yang diunggah, terdengar instruksi kepada para aktivis untuk mengangkat tangan sebagai tanda menyerahkan diri.
Para relawan tampak mengenakan jaket pelampung, sementara tentara bersenjata lengkap menaiki kapal dengan perlengkapan taktis. Situasi tersebut membuat suasana di ruang kontrol Istanbul berubah panik dan penuh kekhawatiran.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Israel disebut telah memberikan peringatan satu jam sebelum pencegatan dilakukan. Mereka meminta kapal-kapal kemanusiaan segera berbalik arah dan menegaskan tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut Gaza.












