Kamis, 21 Mei 2026 – 11:20 WIB
Alor, VIVA – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengajak para pelajar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelindungan perempuan dan anak. Ia menyoroti masih banyak kasus kekerasan yang menimpa kalangan ibu dan anak, sehingga kesadaran menyeluruh sangat dibutuhkan.
“Inilah marilah kita sama-sama mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi. Dan bagaimana kita mengurangi … paling tidak mulai dari kita, kita mengurangi hal ini bisa terjadi,” ujar Tri saat membuka acara Sosialisasi Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan Fisik dan Verbal di SMK Negeri 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT, Rabu (20/5/2026).
Tri mengungkapkan, upaya penting dalam mengatasi kekerasan dapat dilakukan dari tingkat keluarga. Pasalnya, di tingkat keluarga karakter seseorang dalam memahami sesuatu telah terbentuk. Dalam konteks itulah, penerapan komunikasi yang inklusif akan dapat mendorong generasi muda terhindar dari kekerasan, baik fisik maupun verbal.
Berkaca dari maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak dan kalangan perempuan, TP PKK terus berupaya mendorong sosialisasi pencegahan secara masif. Tujuannya agar banyak pihak memahami dampak negatif kasus kekerasan beserta upaya pencegahannya.
“Oleh sebab itu, kami PKK berharap hal ini tidak hanya sampai di sini, jadi tularkan nanti edukasi ini kepada seluruh keliling kalian. Tidak hanya di lingkungan pertemanan, tapi juga pergaulan, dan kalian juga harus jadi pelaku pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuh Tri.
Lebih lanjut, Tri berharap para pelajar yang merupakan generasi muda dapat mengoptimalkan kualitas diri melalui sektor pendidikan. Terlebih, generasi tersebut merupakan harapan besar bangsa Indonesia dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Ia terus mendorong para pelajar untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Dengan demikian, kelak di masa depan akan terbuka berbagai kesempatan dalam memajukan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Tri menyerukan agar pelajar di Kabupaten Alor dapat menyebarkan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada orang-orang di sekelilingnya. Dengan banyaknya pihak yang teredukasi, imbuh Tri, maka kekerasan dapat dicegah dan diatasi.












