Kamis, 21 Mei 2026 – 09:10 WIB
VIVA –Para aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla diketahui ditahan setelah armada kapal mereka dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional baru-baru ini. Aktivis tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan di Israel.
Menyusul dengan penahanan 430 aktivis, Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir mengunggah video di akun X miliknya. Dalam video yang diunggah Ben-Gvir memperlihatkan petugas menjambak rambut seorang aktivis perempuan hingga terduduk di lantai setelah dia meneriakkan ‘Free Free Palestine’.
“Mereka datang merasa seperti pahlawan besar,” kata Ben-Gvir dalam video sambil berjalan melewati para aktivis dan membawa bendera besar Israel dikutip dari laman Reuters, Kamis 21 Mei 2026.
Video tersebut juga menunjukkan puluhan aktivis yang ditahan sedang berlutut dalam barisan dengan tangan diikat kabel ties di belakang tubuh mereka, di area yang tampak seperti fasilitas pelabuhan terbuka di Israel. Sementara itu di area itu terlihat tentara bersenjata laras panjang berjaga dari atas kapal militer.
“Lihat mereka sekarang. Lihat bagaimana keadaan mereka sekarang, bukan pahlawan dan bukan apa-apa,” kata dia lebih lanjut.
Aktivis Dibawa ke Penjara Israel
Para aktivis yang berada di kapal bantuan pada misi-misi sebelumnya dan sempat dicegat diketahui dideportasi setelah ditahan.
Israel menyatakan para aktivis yang berada di armada kapal bantuan terbaru itu telah dipindahkan ke kapal milik Israel dan akan diizinkan bertemu perwakilan konsuler negara masing-masing setelah tiba di Israel. Penyelenggara armada menyebut peserta berasal dari 40 negara dengan total 50 kapal yang ikut dalam misi tersebut.
Kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah, mengatakan dalam pernyataannya bahwa para aktivis saat ini ditahan di pelabuhan Ashdod.
“Pengacara Adalah bersama tim relawan telah memasuki fasilitas pelabuhan dalam beberapa jam terakhir, memberikan konsultasi hukum kepada mereka, dan akan terus menuntut pembebasan segera tanpa syarat,” tulis Adalah dalam pernyataannya.
Penyelenggara armada bantuan mengatakan para aktivis nantinya akan dibawa ke Penjara Ketziot yang berada di Gurun Negev, wilayah selatan Israel. Mereka juga menyebut pengacara dari Adalah belum dapat menemui para aktivis sampai mereka tiba di Ketziot.












