Kamis, 2 Juli 2026 – 19:53 WIB
Jakarta, VIVA – Transformasi digital membuat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan untuk berbagai sektor, termasuk pelestarian lingkungan. Teknologi ini dinilai mampu membantu manusia mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Selama ini AI identik dengan chatbot atau asisten virtual. Padahal, kemampuannya jauh lebih luas karena dapat mengolah data dalam jumlah besar untuk mendukung berbagai upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan.
Dalam bidang penghijauan, AI mampu menganalisis citra satelit, kondisi tanah, curah hujan, hingga karakteristik vegetasi di suatu wilayah. Informasi tersebut membantu menentukan lokasi yang membutuhkan penghijauan sekaligus memilih jenis pohon yang paling sesuai dengan kondisi setempat.
Pemanfaatan teknologi juga membuat proses pemantauan menjadi lebih efisien. Pertumbuhan pohon dapat dipantau secara berkala, sementara estimasi penyerapan karbon dapat dihitung menggunakan data yang terus diperbarui sehingga efektivitas program lebih mudah dievaluasi.
Pendekatan berbasis teknologi ini mulai diterapkan dalam berbagai program penghijauan di Indonesia. Salah satunya dilakukan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), yang memanfaatkan pendekatan sains dan teknologi untuk mendukung proses penghijauan.
Teknologi digunakan untuk membantu analisis lokasi penanaman, menentukan jenis pohon yang adaptif terhadap lingkungan, hingga memantau pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Director and Chief Investment Officer Fixed Income MAMI, Ezra Nazula, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon menjadi investasi jangka panjang yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Aksi penanaman pohon ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus memberi dukungan bagi kesehatan dan kekuatan finansial masyarakat Indonesia,” ujarnya, dikutip Kamis 2 Juli 2026.
Meski memiliki kemampuan analisis yang semakin canggih, AI tetap berperan sebagai alat pendukung. Keberhasilan menjaga lingkungan tetap bergantung pada aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman, perawatan, hingga kolaborasi berbagai pihak agar manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.












