Jumat, 26 Juni 2026 – 05:30 WIB
Kota Bandung, VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) masih mendalami kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual dalam kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami YTR (29), dengan tersangka Taufik Hidayat.
Polisi menyebut hingga kini penyidik belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya unsur kekerasan seksua. Sebab, sejumlah keterangan masih perlu diverifikasi dan disinkronkan.
“Itulah yang sedang kami gali. Sedang kami dalami, karena beberapa keterangan yang sangat minim dari korban dan saksi ini masih belum ada kesesuaian,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, dikutip Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi korban yang masih menjalani perawatan dan proses pemulihan membuat penyidik belum memperoleh keterangan yang lengkap peribal seluruh rangkaian peristiwa yang dialaminya selama diduga disekap oleh tersangka.
Hendra mengaku, saat ini pihaknya pun sudah membentuk Satgas gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat PPA PPO, Direktorat Siber, dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus guna mempercepat pengungkapan kasus.
“Leading sector-nya memang Dit PPA PPO, tetapi kita sudah membuat Satgas untuk mengungkap kasus ini dan melibatkan semua satker,” tutur dia.
Selain dugaan kekerasan seksual, kata dia, penyidik juga masih mendalami sejumlah fakta lain, termasuk lokasi-lokasi yang diduga pernah digunakan untuk menyekap korban, motif tersangka, serta fungsi sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
Ia menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyampaikan kesimpulan sebelum seluruh alat bukti dan keterangan saksi terkumpul secara utuh.
“Kami masih dalami dan masih banyak yang harus kami sinkronisasi terkait hasil penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, pelarian Taufik Hidayat (30), pria yang diduga menyekap dan menyiksa kekasihnya sendiri selama tiga tahun di Bandung, akhirnya terhenti.
Setelah menjadi buronan dan diburu tim gabungan Polda Jawa Barat, tersangka berhasil diringkus polisi. Penangkapan ini menjadi titik penting dalam pengusutan kasus yang belakangan menyita perhatian publik.
Sebab, korban bernama YTR (29) ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan sejumlah luka berat yang diduga merupakan akibat kekerasan berkepanjangan.












