Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Buya Yahya Jelaskan Hukum Menyaksikan Penyembelihan Kurban, Haruskah Hadir Langsung?

2
×

Buya Yahya Jelaskan Hukum Menyaksikan Penyembelihan Kurban, Haruskah Hadir Langsung?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Selasa, 19 Mei 2026 – 16:10 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Muslim mulai mempersiapkan ibadah kurban. Namun, tidak sedikit yang masih bingung soal tata cara dan anjuran dalam berkurban, termasuk apakah seseorang harus hadir langsung saat hewan kurban disembelih.


img_title


Heboh Kerbau Kurban di Bangladesh Disebut Mirip Donald Trump

Pertanyaan itu rupanya juga disampaikan oleh seorang jemaah kepada pendakwah Buya Yahya. Dalam kajiannya, Buya Yahya memberikan penjelasan yang cukup menenangkan, terutama bagi mereka yang sedang berada jauh dari lokasi penyembelihan.

Menurut Buya Yahya, hukum berkurban sendiri pada dasarnya adalah sunnah yang dianjurkan setiap tahun bagi umat Muslim yang mampu. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran langsung saat proses penyembelihan bukanlah kewajiban.


img_title


Potong Kuku dan Rambut Sebelum Kurban, Haram atau Makruh? Ini Penjelasannya

“Sunnah kurban itu adalah sunnah pada dasarnya. Artinya kapan Anda menemukan bulan haji, sunnah Anda mengeluarkan kurban, menyembelih kurban,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al Bahjah TV pada Selasa, 19 Mei 2026. 

Ia kemudian menjelaskan bahwa menyaksikan proses penyembelihan memang dianjurkan, tetapi statusnya tetap hanya sunnah.


img_title


Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026

“Disunnahkan Anda menyaksikan penyembelihan kurban itu pun sunnah, tidak harus. Jangan berubah jadi harus,” jelasnya.

Penjelasan tersebut menjadi jawaban bagi banyak orang yang mungkin sedang berada di luar kota atau bahkan luar negeri ketika Idul Adha berlangsung. Buya Yahya mengatakan, seseorang tetap bisa berkurban dengan cara mewakilkan proses penyembelihan kepada orang lain.

“Kalaupun Anda di negeri jauh ya enggak apa-apa. Yang penting Anda sudah serahkan, wakilkan untuk menyembelih untuk Anda, selesai,” katanya.

Tak hanya soal menyaksikan penyembelihan, Buya Yahya juga menyinggung anjuran mencicipi daging kurban milik sendiri. Ia menyebut hal itu termasuk sunnah, bukan kewajiban yang harus dipaksakan.

“Sunnahnya Anda mencicipi kambing yang Anda jadikan kurban. Sunnahnya secuil dua cuil sampai sepertiga itu sunahnya,” ucapnya.

Namun, ia meminta masyarakat tidak terlalu mempersulit diri apabila kondisi tidak memungkinkan.

“Kalau dicampur bagaimana? Ya sudahlah, enggak usah ribet lagi. Mana kambing saya bulat nanti? Enggak usah,” katanya sambil bercanda.

Buya Yahya menegaskan bahwa inti utama ibadah kurban adalah niat dan pelaksanaan ibadah itu sendiri, bukan soal harus hadir atau membawa pulang bagian tertentu dari hewan kurban.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600