Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Danantara Libatkan Tenaga Kerja Lokal di 33 Proyek Pengolah Sampah Jadi Energi, Serap Hingga 130 Ribu Pekerja

3
×

Danantara Libatkan Tenaga Kerja Lokal di 33 Proyek Pengolah Sampah Jadi Energi, Serap Hingga 130 Ribu Pekerja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 4 Juli 2026 – 22:00 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), perusahaan pengelola sampah terpadu yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia, memastikan akan mengoptimalkan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah.


img_title


Usai Dirutnya Resign, Danantara Ungkap Soal Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana pembangunan 33 fasilitas waste-to-energy di berbagai wilayah Indonesia yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 130 ribu tenaga kerja mulai dari tahap konstruksi hingga operasional.

Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, mengatakan partisipasi masyarakat lokal menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam pelaksanaan proyek tersebut.


img_title


Lepas Jabatan Dirut, Daud Joseph Curhat ke Danantara Kompleksitas Restrukturisasi Pos Indonesia

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Kami memastikan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dengan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Fadli Rahman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.


img_title


Alasan 240 BUMN Dipangkas Terungkap, Danantara Beberkan Target Besar di Balik Konsolidasi Aset Negara

Setiap Proyek Butuh Hingga 1.000 Pekerja

Danantara Indonesia memperkirakan setiap pembangunan fasilitas waste-to-energy membutuhkan sekitar 500 hingga 1.000 pekerja selama tahap konstruksi.

Dengan rencana pembangunan 33 fasilitas di berbagai daerah, total kebutuhan tenaga kerja mulai dari pembangunan hingga pengoperasian diproyeksikan mencapai sekitar 130 ribu orang.

Proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan sampah nasional, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Bersama

Fadli menilai persoalan sampah telah berkembang menjadi isu sosial sekaligus tantangan lintas generasi yang akan menentukan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung upaya pengelolaan sampah, baik melalui langkah sederhana maupun penerapan teknologi modern.

Menurutnya, dukungan masyarakat diperlukan mulai dari proses pengelolaan di tingkat hulu hingga hilir, termasuk membiasakan pemilahan sampah sebelum diproses lebih lanjut.

“Mari kita dukung setiap upaya yang memberikan solusi terhadap persoalan sampah di Indonesia,” ujarnya.

Budaya Memilah Sampah Dinilai Tetap Penting

Secara terpisah, pendiri Social Investment Indonesia sekaligus sustainability provocateur, Jalal, mengatakan pembangunan fasilitas waste-to-energy harus dibarengi dengan penguatan budaya memilah sampah di tingkat rumah tangga, sektor komersial, maupun industri.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600