Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Motor Klasik Naik Daun, Perawatan Jadi Tantangan

2
×

Motor Klasik Naik Daun, Perawatan Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 4 Juli 2026 – 21:06 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Minat terhadap motor klasik terus menunjukkan tren positif di Indonesia. Tak hanya dijadikan koleksi, banyak motor Jepang keluaran era 1980-an hingga 1990-an yang masih aktif digunakan untuk berkendara maupun mengikuti berbagai kegiatan komunitas.


img_title


Suzuki Burgman Street Baru Mejeng di Jakarta Fair 2026

Seiring bertambahnya usia kendaraan, tantangan yang dihadapi pemilik pun semakin beragam. Kondisi mesin yang sudah berumur membuat perawatan tidak bisa disamakan dengan sepeda motor modern, terutama dalam hal pemilihan pelumas dan jadwal servis.

Berbeda dengan motor baru, komponen mesin pada motor lawas umumnya sudah mengalami keausan akibat pemakaian selama bertahun-tahun. Karena itu, pemilik dituntut lebih teliti dalam menjaga performa mesin agar tetap bekerja optimal dan tidak mudah mengalami kerusakan.


img_title


Batman Beraksi di Meksiko, Lakban Maling Motor ke Tiang Lampu

Selain memperhatikan kondisi komponen, penggunaan pelumas yang sesuai dengan karakter mesin juga menjadi salah satu faktor penting. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen, membantu menjaga suhu kerja mesin, sekaligus meminimalkan keausan yang berpotensi muncul pada kendaraan berusia puluhan tahun.

Fenomena meningkatnya minat terhadap motor klasik terlihat dari semakin banyaknya kegiatan komunitas yang digelar di berbagai daerah. Salah satunya Japanese Bike Fest Vol. 3 yang berlangsung di Jakarta pada akhir Juni 2026 dan diikuti oleh para pecinta motor Jepang klasik dari berbagai wilayah.


img_title


Ada yang Baru dari Motor Rp80 Jutaan Honda

Festival tersebut menjadi ajang berkumpulnya pemilik motor lawas untuk berbagi pengalaman mengenai restorasi, perawatan, hingga menjaga keaslian kendaraan. Tidak sedikit peserta yang mempertahankan motornya tetap menggunakan spesifikasi orisinal pabrikan sebagai bentuk pelestarian sejarah otomotif.

Melihat tren tersebut, berbagai perusahaan di industri otomotif juga mulai aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan. Salah satunya Repsol Lubricants Indonesia yang memanfaatkan ajang Japanese Bike Fest Vol. 3 untuk menghadirkan sesi konsultasi produk, diskusi teknis, hingga edukasi mengenai pemilihan pelumas sesuai karakteristik mesin.

“Japanese Bike Fest bukan sekadar ajang berkumpulnya para pecinta sepeda motor Jepang era 1980–1990-an, tetapi juga sebuah ruang yang mempertemukan passion, sejarah, dan budaya otomotif,” ujar Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 4 Juli 2026.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600