Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kasus Pemerasan Kepengurusan Sertifikat K3, Noel Pasrah ke Majelis Hakim

10
×

Kasus Pemerasan Kepengurusan Sertifikat K3, Noel Pasrah ke Majelis Hakim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Senin, 25 Mei 2026 – 19:36 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) periode 2024-2025 Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel menyerahkan nasibnya terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada majelis hakim.


img_title


Noel Ebenezer Menyesal Tak Amanah saat Jadi Pejabat

“Saya menghormati kewenangan majelis hakim untuk menilai berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, dan keyakinan hukum,” kata Noel saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 25 Mei 2026.

Dia menghormati proses hukum dan tugas jaksa penuntut umum serta memahami bahwa masa kecil yang berat, aktivisme, pengabdian kepada buruh, dan keadaan keluarganya, tidak dapat menggantikan penilaian hukum.


img_title


Eks Wamenaker Noel Ebenezer Bacakan Pledoi Hari Ini Usai Dituntut 5 Tahun Penjara

Namun, Noel percaya keadilan tidak hanya melihat satu peristiwa secara kaku, tetapi juga mempertimbangkan manusia yang berdiri di hadapan majelis hakim, perjalanan hidupnya, nilai yang membentuknya, pengabdiannya, penyesalannya, keluarganya, dan kemungkinannya untuk memperbaiki diri.

Mantan Wamenaker RI, Immanuel Ebenezer

Photo :

  • ANTARA/Agatha Olivia Victoria

img_title


KPK Periksa Wabup Tulungagung Terkait Kasus Pemerasan Bupati Gatut Sunu

“Saya memohon putusan yang adil, proporsional, dan manusiawi. Putusan yang menghormati hukum, tetapi juga memberi ruang bagi sisi kemanusiaan, penyesalan, dan harapan untuk berubah,” tutur dia.

Dengan demikian, dia memohon agar majelis hakim tidak hanya melihatnya saat jatuh dalam tindak pidana korupsi, tetapi juga dari jalan panjang yang membentuknya.

Jalan panjang yang dimaksudnya itu, yakni mulai dari anak kecil yang kehilangan sang ayah, anak dari ibu tunggal yang membesarkan delapan anak, anak yang bekerja kecil-kecilan untuk bisa sekolah, mahasiswa yang pernah bergerak bersama rakyat, dan pejabat yang pernah berusaha turun ke lapangan untuk mendengar buruh.

Baginya, keadilan yang sejati merupakan keadilan yang tegas tetapi tidak kehilangan hati serta menimbang kesalahan tetapi juga melihat penyesalan.

“Keadilan yang menjaga hukum, tetapi tetap melihat manusia sebagai manusia,” ucap Noel.

Sebelumnya, Noel dituntut pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp250 juta subsider 90 hari penjara, serta uang pengganti Rp4,43 miliar subsider 2 tahun penjara.

Dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemenaker dan gratifikasi pada periode 2024-2025, ia didakwa melakukan pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 senilai Rp6,52 miliar dan menerima gratifikasi.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600