Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Masyarakat Bisa Pantau Kegiatan Anggota DPR Lewat Aplikasi Pemantau Dana Reses

4
×

Masyarakat Bisa Pantau Kegiatan Anggota DPR Lewat Aplikasi Pemantau Dana Reses

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Senin, 13 Oktober 2025 – 19:31 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa pihaknya bakal membuat aplikasi untuk memantau dana reses yang diterima oleh setiap legislator. Nantinya, aplikasi tersebut dapat diakses oleh publik sebagai bentuk pemantauan terhadap wakilnya di DPR RI.

Baca Juga :


Pimpinan DPR Tegaskan Tak Ada Kenaikan Dana Reses Bulan Oktober 2025

“Kalau menurut kita itu kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu kan harus menunjukkan komponen biaya yang cukup sesuai dengan uang yang kemudian dikasih, gitu aja. Itu aja sudah bagus kalau kemudian mereka kan wajib upload nanti kegiatannya apa, di mana, dalam bentuk apa, begitu,” ucap Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menambahkan, aplikasi tersebut akan dikelola oleh Kesetjenan DPR dan diawasi langsung oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Publik nantinya dapat mengakses laporan kegiatan masing-masing anggota DPR.

Baca Juga :


Targetkan Pengelolaan Dana Haji Tumbuh Jadi Rp 188,9 Triliun Tahun Ini, Intip Fokus Investasi BPKH

“Kalau masyarakat mau lihat, tinggal ketik nama anggota DPR-nya. Misalnya ‘Sufmi Dasco’, nanti keluar laporannya. Itu juga akan dimonitor oleh MKD,” jelas dia.

Di sisi lain, ia mengaku anggota DPR kerap menomboki kekurangan biaya reses guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Baca Juga :


Bakal Dilantik jadi Bos LPS, Anggito Abimanyu Tak Jabat Wamenkeu Lagi

Ia mencontohkan saat melakukan kunjungan Dapil pada masa reses, anggota DPR terkadang diminta oleh pendukungnya untuk memperbaiki infrastruktur atau membeli perlengkapan tertentu.

“Nah, dalam kunjungan-kunjungan aspirasi kadang-kadang juga itu ditembak di lapangan, misalnya jalan desa atau kampung harus diperbaiki, misal perlu tenda untuk orang meninggal, gitu-gitu,” kata Dasco.

“Lah, ini kadang-kadang anggota DPR ini, ya bisa juga nombok, gitu loh,” sambungnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menyebut legislator menomboki karena dapilnya berada di kawasan padat penduduk, contohnya seperti di Jakarta.

“Kadang-kadang kan itu kayak beberapa contoh kawan-kawan yang dapilnya padat, dapilnya padat ya contoh Habiburrahman, Jakarta Timur misalnya, ini Jakarta aja,” ungkapnya.

“Yang dapilnya padat, kalau dia bikin kegiatan sosialisasi di satu titik misalnya, kemudian bikin lagi yang lain di titik, tapi kemudian yang berdekatan dengan titik itu enggak dibikin, kadang-kadang konstituennya nagih. ‘Kok kami gak ada apa-apa sembako?’ misalnya gitu. Dia akhirnya ya nambahin,” sambung dia.

Dasco Blak-blakan Bilang Anggota DPR Sering Nombok saat Reses ke Dapil

Dasco mengatakan legislator kerap menomboki kekurangan biaya di dapil yang berada di kawasan padat penduduk

img_title

VIVA.co.id

13 Oktober 2025





Source link

Example 300250
Example 120x600