Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Mobil Terlalu Nyaman Bisa Membahayakan Penumpang

5
×

Mobil Terlalu Nyaman Bisa Membahayakan Penumpang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sabtu, 30 Mei 2026 – 13:30 WIB

Example 300x600

Beijing, VIVA – Persaingan industri otomotif, khususnya mobil listrik, telah melahirkan berbagai fitur yang membuat pengalaman berkendara semakin nyaman. Namun, tidak semua inovasi tersebut dianggap aman oleh regulator.


img_title


Hyundai Creta Generasi Baru Makin Bongsor

Pemerintah China kini menyoroti keberadaan kursi model “zero gravity” yang banyak digunakan pada mobil listrik dan kendaraan premium. Kursi ini dirancang agar penumpang dapat bersandar sangat rebah, bahkan mendekati posisi berbaring layaknya di kursi pesawat kelas bisnis.

Dalam beberapa tahun terakhir, fitur tersebut menjadi salah satu daya tarik utama mobil-mobil baru di China. Produsen berlomba menghadirkan kabin yang terasa seperti ruang santai berjalan dengan kursi pijat, pencahayaan ambient, layar berukuran besar, hingga ruang kaki yang luas.


img_title


Terpopuler: Pabrikan Jepang Mulai Terusik, Mobil Bagus Kurang Diminati, Pasar 4WD Memanas

Namun, seperti disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Sabtu 30 Mei 2026, regulator menilai kenyamanan berlebihan bisa menghadirkan risiko baru ketika terjadi kecelakaan.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengingatkan bahwa posisi duduk yang terlalu rebah dapat mengurangi efektivitas sabuk pengaman dan airbag saat tabrakan terjadi. Dalam kondisi tertentu, tubuh penumpang berpotensi meluncur ke bawah sabuk pengaman atau dikenal dengan istilah “submarining”, yang dapat meningkatkan risiko cedera serius.


img_title


Suzuki Siapkan Jimny Baru

Kekhawatiran tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas pemerintah China dalam memperketat standar keselamatan kendaraan. Sebelumnya, negara itu juga telah mengambil langkah terhadap sejumlah fitur yang dianggap berpotensi menimbulkan masalah keselamatan.

Salah satunya adalah gagang pintu model pop-out yang populer pada mobil listrik modern. Fitur tersebut menjadi sorotan setelah beberapa insiden yang memunculkan kekhawatiran penumpang kesulitan keluar dari kendaraan saat kondisi darurat.

Tak hanya itu, setir model yoke yang tidak berbentuk lingkaran penuh juga mendapat perhatian karena dianggap dapat memengaruhi respons pengemudi dalam situasi tertentu. Sistem one-pedal driving yang mengandalkan pengereman regeneratif juga ikut dievaluasi.

Bahkan tren penggunaan layar sentuh berukuran besar di dalam kabin tidak luput dari pengawasan. Regulator mendorong agar sejumlah fungsi penting kendaraan tetap memiliki tombol fisik sehingga lebih mudah diakses saat keadaan darurat.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan perubahan menarik dalam industri otomotif China. Negara yang selama ini dikenal sebagai pelopor berbagai tren kendaraan futuristis justru kini tampil sebagai pihak yang paling aktif mengoreksi dampak dari inovasi tersebut.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600