Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Menperin Agus Lobi Menkeu Purbaya soal Insentif Kendaraan Listrik

4
×

Menperin Agus Lobi Menkeu Purbaya soal Insentif Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Selasa, 5 Mei 2026 – 13:21 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa. Pertemuan tersebut diketahui membahas peluang pemberian insentif untuk kendaraan listrik sebagai langkah memperkuat industri nasional.


img_title


Punya Kendaraan Listrik di Jakarta Tak Perlu Khawatir, Insentif Pajak Tetap Diberikan

Agus menjelaskan,  pemberian insentif kendaraan listrik kini semakin relevan karena tidak hanya berkaitan dengan agenda pengurangan emisi. Tetapi juga upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi energi pemerintah di tengah kenaikan harga minyak global.

“Insentif atau stimulus (Kendaraan listrik) itu memang dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindungi,” kata Agus usai pertemuan tersebut, Selasa, 5 Mei 2026.


img_title


Kendaraan Listrik Tetap Bisa Melenggang Bebas di Jalanan Jakarta

Menurut Agus, pemerintah kini melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional, terutama untuk menjaga daya tahan industri manufaktur dan melindungi tenaga kerja. Insentif kendaraan listrik juga relevan seiring pergeseran tren pasar otomotif ke kendaraan berbasis elektrik akibat gejolak geopolitik dan ketidakpastian energi, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong konsumen mengurangi ketergantungan pada BBM.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan orientasi pasar mulai beralih ke kendaraan listrik untuk menekan penggunaan bahan bakar fosil. Meski demikian, Agus menegaskan Kementerian Perindustrian tidak memiliki kewenangan dalam menentukan bentuk maupun skema insentif kendaraan listrik karena itu menjadi ranah Kementerian Keuangan.


img_title


Investigasi Lima Pejabat Terkait Restitusi Pajak, Purbaya Copot 2 Orang Diantaranya

“Soal kapan kendaraan listrik mau diberikan insentif, bagaimana bentuk insentifnya, skemanya seperti apa, mungkin bisa dibicarakan langsung dengan Menteri Keuangan,” kata dia.

Selain membahas stimulus kendaraan listrik, Agus menyebut kedua menteri juga mendiskusikan upaya meningkatkan ekspor produk manufaktur Indonesia. Pemerintah ingin meningkatkan porsi ekspor manufaktur tanpa mengurangi perlindungan terhadap pasar domestik.

Ia mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 75 persen hingga 80 persen ekspor nasional berasal dari produk manufaktur. Namun, dari total produksi sektor manufaktur Indonesia, sekitar 80 persen masih diserap pasar domestik dan hanya sekitar 20 persen yang diekspor. (Ant)

Jakarta Tetap Beri Privilege untuk Kendaraan Listrik, dari Pajak hingga Ganjil Genap

Pemprov DKI Jakarta tetap memberi insentif kendaraan listrik: bebas PKB, BBNKB, dan ganjil genap. Langkah ini untuk dorong adopsi EV dan kurangi emisi. Hal itu bertujuan

img_title

VIVA.co.id

5 Mei 2026





Source link

Example 300250
Example 120x600