Selasa, 14 Oktober 2025 – 15:20 WIB
Jakarta, VIVA – Program Xpose Uncensored yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta tengah mendapat kritik keras dari pengguna media sosial. Bahkan ramai tagar boikot xpose uncencored dan boikot TRANS7 menggema di media sosial X sejak Selasa pagi ini 14 Oktober 2025.
Baca Juga :
Kritik di media sosial ini muncul setelah cuplikan video dalam tayangan program tersebut dinilai melecehkan martabat ulama, khususnya Kiai sepuh. Dalam cuplikan yang beredar luas di media sosial, narasi yang dibacakan dinilai tidak pantas, karena menyebut tokoh agama dengan nada yang merendahkan.
Dalam tayangan yang diunggah di sejumlah platfrom X seperti @amrudinnejad_ terunggah potongan video berdurasi 1 menit 13 detik yang menunjukkan cuplikan video terkait dengan kehidupan para santri. Dalam potongan video tersebut narator sempat menarasikan tentang kehidupan santri di pesantren. Salah satu yang menjadi sorotan adalah naraasi terkait dengan santri yang harus berjalan duduk (ngesot) untuk bisa mencium tangan Kiai.
”Kedua kiai yang kaya raya tapi umat yang kasih amplop. Bukan hanya santri usia anak-anak tapi bapak-bapak pun ketemu kiyainya masih ngesot untuk mencium tangan. Dan yang mencengangkan yang mencium tangan itulah yang kasih amplop. Netizen curiga nih bahwa bisa jadi inilah sebabnya kiai makin kaya raya,mobilnya mewah hingga harga miliaran sarungnya aja pun merek termahal dari harga kisaran Rp 400 ribuan sampai Rp 12 jutaan gitu deh. Satu keluarga sanak famili kecipratan duitnya padahal kalau kaya raya umatnya yang dikasih nggak sih? Tapi ya gimana ya dengan kasih amplop kepaada kiyai diharapkan bisa dapat berkah, kalau nggak ambil hikmahnya aja dah,” demikian bunyi narasi video tersebut.
Banyak pihak yang menilai bahwa tayangan tersebut melecehkan kiai serta lembaga pendidikan pondok pesantren secara keseluruhan. Penyajian kontennya dianggap memojokkan kehidupan para santri sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Baca Juga :
Tayangan Xpose Trans7 Diduga Lecehkan Pesantren dan Kiai, Cak Imin Desak KPI Turun Tangan
“Apa ini maksudnya @TRANS7 nyerang dan mau menjatuhkan pesantren?,” tulis pemilik akun X tersebut.
“Media sudah kebablasan dengan kebebasannya ini fitnah keji kepada pesantren khususnya MbahYai dan Bu Nyai. Maka saatnya @TRANS7 wajib bertanggung jawab atas fitnah keji,” ujar lainnya.












