Minggu, 3 Mei 2026 – 01:25 WIB
Jakarta, VIVA – Menurunkan berat badan sering kali dianggap sebagai proses sederhana, yaitu mengurangi makan dan memperbanyak olahraga. Namun dalam praktiknya, banyak orang merasa sudah berusaha keras tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Berat badan tetap stagnan, bahkan terkadang justru naik kembali setelah sempat turun. Mengapa itu bisa terjadi? Scroll untuk info lebih lanjut…
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan memiliki penjelasan ilmiah. Tubuh manusia memiliki sistem kompleks yang mengatur energi, hormon, dan metabolisme. Ketika Anda mencoba menurunkan berat badan, tubuh bisa merespons dengan berbagai cara yang justru memperlambat proses tersebut.
Sebab itu, penting untuk memahami apa saja penyebab berat badan susah turun agar Anda dapat menentukan strategi yang lebih tepat. Berikut beberapa penyebab utama berat badan sulit turun, sebagaimana dirangkum dari Mayo Clinic, Minggu, 3 Mei 2026.
1. Metabolisme Tubuh Melambat
Saat Anda mengurangi asupan kalori secara drastis, tubuh akan beradaptasi dengan menurunkan laju metabolisme. Hal ini membuat pembakaran kalori menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, sehingga proses penurunan berat badan menjadi lebih lambat.
2. Hormon Tidak Seimbang
Hormon memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketika Anda diet, hormon lapar bisa meningkat sementara hormon kenyang menurun. Akibatnya, Anda lebih mudah merasa lapar dan sulit mengontrol porsi makan.
3. Kurang Tidur
Kualitas dan durasi tidur sangat memengaruhi berat badan. Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan serta memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori. Selain itu, tubuh juga cenderung menyimpan lebih banyak lemak saat kurang istirahat.
4. Stres Berlebihan
Stres yang tidak terkontrol dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh, terutama di area perut. Selain itu, stres juga sering memicu kebiasaan makan berlebihan.
5. Pola Makan Tidak Konsisten
Melakukan diet ketat tetapi tidak konsisten justru dapat menghambat hasil. Kebiasaan makan berlebihan di waktu tertentu atau sering melakukan cheat meal tanpa kontrol bisa membuat defisit kalori menjadi tidak efektif.
6. Kurangnya Aktivitas Fisik
Olahraga tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga menjaga massa otot. Jika Anda kurang bergerak, tubuh akan kehilangan massa otot yang berperan penting dalam menjaga metabolisme tetap tinggi.












