Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Geger! UEA Tinggalkan OPEC, Arab Saudi Pikul Beban Berat Jaga Stabilitas Harga Minyak

6
×

Geger! UEA Tinggalkan OPEC, Arab Saudi Pikul Beban Berat Jaga Stabilitas Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Rabu, 29 April 2026 – 09:20 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari keanggotaan Organisasi Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) dan aliansi OPEC+. Keputudan ini mengejutkan pasar energi global serta pukulan besar bagi kartel minyak dunia, terutama di tengah gejolak geopolitik dan krisis energi yang masih berlangsung.


img_title


Bursa Asia Dibuka Variatif, UEA Keluar dari OPEC dan Prospek Suram AI Tekan Pasar

Pemerintah UEA menyatakan keputusan ini diambil untuk fokus pada kepentingan nasional serta strategi jangka panjang sektor energi. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Jumat, 1 Mei 2026.

“Selama masa bakti kami di organisasi ini, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan dan pengorbanan yang lebih besar lagi demi kepentingan semua. Namun, sekarang saatnya untuk memfokuskan upaya kami pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional kita,” tutur Pemerintah UEA dalam keterengan tertulisnya dikutip dari Al Jazeera pada Rabu, 29 April 2026.


img_title


Jemaah Haji Iran Kloter Pertama Tiba di Madinah, Disambut Hangat Pejabat Arab Saudi

Keluarnya UEA berpotensi mengganggu soliditas OPEC yang selama ini berupaya menjaga kesatuan di tengah perbedaan kepentingan antarnegara anggota, mulai dari isu geopolitik hingga kuota produksi. Pasalnya, negara ini merupakan salah satu anggota lama dengan kapasitas produksi minyak terbesar.


img_title


Korsel Kucurkan BLT Akibat Perang di Timur Tengah, Angkanya Setara UMP Jakarta

Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed al-Mazrouei, menegaskan langkah keluar dari OPEC diambil setelah mempertimbangkan arah kebijakan energi saat ini dan masa depan. Ia menekankan keputusan ini murni dari pihaknya dan tidak ada konsultasi maupun intervensi dari negara mana pun.

“Ini adalah keputusan kebijakan yang diambil setelah kajian mendalam terhadap strategi produksi saat ini dan ke depan,” kata Suhail Mohamed al-Mazrouei.

Di saat yang sama, negara-negara produsen di kawasan Teluk menghadapi tantangan distribusi akibat gangguan di Selat Hormuz. Ancaman keamanan terhadap kapal tanker membuat pengiriman energi menjadi tidak optimal.

Firma riset energi Rystad Energy menilai keluarnya UEA akan mengurangi kemampuan OPEC dalam menjaga stabilitas harga minyak global. Organisasi produsen ini juga kehilangan anggota kunci. 

“Kehilangan anggota dengan kapasitas produksi 4,8 juta barel per hari, serta ambisi untuk meningkatkan produksi, jelas mengurangi alat penting yang dimiliki kelompok ini,” ujar Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy, Jorge Leon.

Kondisi ini membuat beban menjaga stabilitas harga minyak kini lebih banyak bertumpu pada Arab Saudi. Ia menambahkan, pasar kehilangan salah satu “peredam kejut” penting dalam menghadapi gejolak pasokan. 

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600