Minggu, 28 Juni 2026 – 17:03 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto meminta para sivitas akademika, termasuk dekan, guru besar, dan rektor, untuk bersama-sama berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui keahlian yang dimiliki di bidang masing-masing.
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, seusai menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta pada Minggu. Presiden memandang para dekan, guru besar, dan rektor sebagai individu-individu terbaik yang dimiliki bangsa karena kapasitas keilmuan dan keahliannya.
“Bagi Bapak Presiden para dekan, guru besar, rektor itu adalah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki oleh sebuah bangsa, dan dari situlah tentu beliau berpandangan bahwa dalam rangka menyelesaikan seluruh masalah bangsa kita yang sekarang kita hadapi, beliau ingin mengajak seluruh sivitas akademika untuk mari bersama-sama,” kata Prasetyo, Minggu, 28 Juni 2026.
Dia menjelaskan, pada saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut, Jumat (26/6), Presiden Prabowo telah menyampaikan keinginannya agar para akademisi dari berbagai disiplin ilmu dapat bekerja sama dan mengerahkan kemampuan terbaiknya sesuai bidang masing-masing dalam satu kerangka kebangsaan.
“Individu-individu yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, mari bekerja sama untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya di bidangnya masing-masing, tetapi dalam satu rangka kebangsaan,” kata Prasetyo.
Terkait kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan kegiatan tersebut, Prasetyo mengatakan hal tersebut merupakan permohonan dari panitia penyelenggara.
“Ada permohonan kalau Bapak Presiden waktunya luang, dari panitia menyampaikan apakah berkenan untuk menutup acara konvensi kali ini dan mungkin sekaligus kembali memberikan arahan-arahan dan pandangan-pandangan. Tadi banyak ilmu baru dari Pak Presiden yang diajarkan kepada kita semua,” ucapnya.
Sebelumnya, pada pembukaan sarasehan kebangsaan, Prabowo menggugah semangat seluruh sivitas akademika yang hadir untuk mengarahkan pikiran, temuan, dan inovasinya untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
“Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” kata Presiden Prabowo.












