Kamis, 2 Juli 2026 – 11:41 WIB
VIVA – Osmar Loss mendadak jadi pembicaraan penikmat sepak bola nasional, khususnya Bobotoh, lantaran pelatih Brasil itu diisukan merapat ke Persib Bandung.
Kabar ini pertama kali dibagikan oleh media asal Iran @estedadefootball, Rabu (1/7) setelah Osmar Loss mengundurkan diri dari jabatan pelatih klub setempat, Persepolis.
“Osmar Vieira berada di ambang gabung dengan liga Indonesia — Persib Bandung, juara liga Indonesia musim lalu, akan menandatangani pelatih Brazil ini dan negosiasi antara kedua pihak sedang berlangsung,“ kata media Iran @estedadefootball, Rabu (1/7).
“Jika kesepakatan ini disahkan, Osmar akan memimpin salah satu tim sepak bola Indonesia yang paling bergengsi musim depan,” lanjutnya.
Rumor itu lantas bikin geger para fans Persib Bandung. Apalagi, sebelumnya diketahui bahwa pihak klub telah memilih Igor Tolic sebagai suksesor Bojan Hodak.
“Setelah menjadi bagian dari perjalanan penuh prestasi #PERSIB, kini Igor Tolic akan naik memimpin sebagai pelatih kepala untuk melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun bersama,“ tulis @persib di Instagram.
Rekam Jejak Osmar Loss
Osmar Loss, pelatih yang diisukan ke Persib Bandung
Lahir di Passo Fundo, Rio Grande do Sul, Brasil pada 3 Juli 1975, tidak ada informasi spesifik bagaimana awal karier Osmar Loss sebagai pesepakbola.
Namanya hanya pernah tercatat sebagai pemain muda dari akademi klub Internacional pada 1994. Setelahnya, nama Osmar Loss baru diketahui seusai menjadi pelatih.
Ketika itu, Osmar Loss ditunjuk sebagai pelatih kepala Internacional B pada 6 Juli 2009. Akan tetapi, kariernya di klub tersebut hanya berlangsung singkat.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut kemudian berkelana ke klub-klub Brasil, mulai dari Juventude, Corinthians U-20, hingga Bragantino dalam waktu hampir sedekade.
Bukan cuma menjadi pelatih kepala saja, sederet jabatan pernah disandang Osmar Loss, seperti asisten pelatih, koordinator tim junior, sampai pelatih interim.
Karier Osmar Loss mulai berubah drastis ketika Yahya Golmohammadi, pelatih kepala Persepolis mundur. Juru taktik Brasil itu lantas naik pangkat setelah 2 tahun jadi asistennya.
Dengan ciri khas taktik 3-5-2, pelatih dengan lisensi kepelatihan pro CONMEBOL tersebut mempersembahkan tiga trofi untuk jawara liga Iran dalam dua musim saja.












