Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Terbongkar! Pelatih Inline Skate Lecehkan Muridnya Sendiri yang Masih ABG, Begini Modusnya

2
×

Terbongkar! Pelatih Inline Skate Lecehkan Muridnya Sendiri yang Masih ABG, Begini Modusnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Kamis, 21 Mei 2026 – 13:24 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Seorang pelatih sepatu roda atau inline skate diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya yang masih berusia 16 tahun.


img_title


Kasus 3 Warga Lombok Diduga Jadi Korban Fantasi Seks WNA Selandia Baru Naik Penyidikan

Kasus tersebut kini tengah didalami Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rita Wulandari membenarkan adanya dugaan kasus tersebut.

Saat ini, polisi fokus memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap korban selama proses hukum berjalan.


img_title


Heboh Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap di Mesir, Polri Malah Bilang Belum

“Dalam perkara yang melibatkan anak sebagai korban, kami memastikan proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan perlindungan, pendampingan dan pemulihan korban,” kata Kombes Rita kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus itu bermula dari hubungan antara pelatih dan murid di sebuah klub olahraga. Polisi menduga pelaku memanfaatkan relasi kepercayaan yang terbangun dengan korban.


img_title


Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry Ternyata Punya 2 Kewarganegaraan, Diam-diam Simpan Paspor Mesir

“Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban. Peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu tertentu di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan,” kata dia.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga menemukan adanya komunikasi antara korban dengan terduga pelaku. Setelah mendapat pendampingan, korban akhirnya buka suara kepada keluarga dan penyidik.

“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi terkait, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Donny Kristian Bara’langi menambahkan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti elektronik serta dokumen pendukung lainnya.

“Pendampingan terhadap korban terus dilakukan. Kami ingin memastikan korban mendapatkan ruang aman selama proses hukum berjalan,” kata Donny.

Kini kasus tersebut masih terus didalami penyidik Polda Metro Jaya. Polisi juga mengimbau orang tua hingga lingkungan pendidikan dan olahraga agar meningkatkan pengawasan terhadap anak.

“Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga ruang tumbuh anak agar tetap aman. Apabila mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar dia.

Pelaku Kekerasan Seksual 4 Santri di Lombok Ternyata Punya Akun Medsos Khusus Gay

Tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap empat orang santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, punya akun medsos sesama jenis atau gay.

img_title

VIVA.co.id

19 Mei 2026





Source link

Example 300250
Example 120x600