Rabu, 20 Mei 2026 – 20:00 WIB
VIVA –Volvo dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik terbaru dengan harga yang lebih terjangkau untuk menggantikan EX30 di pasar Amerika Serikat. Langkah ini muncul setelah Volvo memutuskan menghentikan penjualan EX30 di AS usai model tahun 2026.
Mobil Listrik Volvo Terbaru
Meski EX30 sempat menjadi salah satu mobil listrik paling menarik dari Volvo, berbagai faktor seperti tarif impor, perubahan insentif pajak kendaraan listrik, hingga tantangan pasar membuat model tersebut sulit bersaing di Amerika.
Kini Volvo ingin bangkit lewat kendaraan listrik baru yang disebut akan tetap terjangkau, tetapi menawarkan ruang kabin lebih besar dan pengalaman berkendara yang lebih baik.
Pengganti EX30 Akan Lebih Besar
Presiden Volvo Cars Amerika, Luis Rezende, mengungkapkan bahwa model pengganti EX30 nantinya bakal hadir dengan ukuran sedikit lebih besar dibanding pendahulunya.
Meski begitu, Volvo tetap mempertahankan konsep mobil listrik entry-level yang menyasar konsumen muda dan pengguna urban. Kendaraan baru tersebut juga disebut akan tetap menyenangkan untuk dikendarai.
Volvo tampaknya ingin menghadirkan mobil listrik yang lebih praktis tanpa meninggalkan karakter premium khas merek asal Swedia tersebut.
EX30 Terdampak Tarif dan Harga Naik
Salah satu alasan utama EX30 gagal bertahan di Amerika adalah kenaikan harga akibat tarif impor. Mobil listrik tersebut sebelumnya dipasarkan sebagai EV murah Volvo dengan harga awal sekitar USD 35 ribu atau setara Rp600 jutaan. Namun setelah terkena dampak tarif dan perubahan kebijakan pajak, harga EX30 melonjak hampir USD 10 ribu atau sekitar Rp100 jutaan lebih mahal.
Kondisi itu membuat posisi EX30 menjadi kurang kompetitif di tengah persaingan mobil listrik murah yang semakin ketat.
Selain masalah harga, pasar kendaraan listrik global juga mulai mengalami perlambatan pertumbuhan di beberapa wilayah, termasuk Amerika Serikat.
Meski EX30 dihentikan di AS, Volvo menegaskan mereka tetap serius mengembangkan kendaraan listrik dengan harga lebih ramah konsumen.
Banyak analis menilai langkah Volvo ini penting karena pasar EV murah diprediksi akan menjadi salah satu segmen paling kompetitif dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini berbagai pabrikan otomotif global seperti Kia, BYD, hingga Geely juga mulai agresif menghadirkan mobil listrik kompak dengan harga lebih terjangkau.












