Minggu, 17 Mei 2026 – 16:48 WIB
VIVA – Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ‘rakyat di desa tidak pakai dolar‘, sebagai respons Presiden untuk memastikan bahwa masyarakat di bawah tidak perlu panik dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan Dolar,” kata Misbakhun dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.
“Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” sambungnya
Politisi Golkar ini tak menampik melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp17.600 membuat kekhawatiran masyarakat, termasuk para wakil rakyat di Parlemen. Sebab, angka psikologis nilai tukar mencapai Rp17 ribu pernah terjadi pada periode pemerintahan sebelumnya yang memicu terjadinya krisis moneter pada 1998.
Namun menurut Misbakhun, fundamental ekonomi Indonesia saat ini lebih kuat dibanding periode-periode sebelumnya.
“Nah inilah yang harus dijaga oleh Bank Indonesia walaupun situasi sekarang sangat berbeda dengan ’98, fundamental kita sangat kuat saat ini dan struktur ekonomi kita juga jauh lebih kuat dibandingkan periode-periode tersebut. Tapi BI juga harus melakukan upaya dan langkah yang konkret karena kalau tidak, kalau ini berkepanjangan terus menerus bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak bisa menjaga atau mempertahankan nilai tukar Rupiah pada posisi yang sebenarnya,” paparnya
Pernyataan Presiden Prabowo, lanjutnya, juga merupakan sinyal kepada Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret dan mengembalikan Rupiah pada penguatan yang semestinya.
“Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana
memberikan kembali Rupiah pada penguatan yang memadai. Karena Gubernur Bank Indonesia sendiri sudah menyampaikan bahwa Rupiah undervalued, dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat,” ujarnya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun nilai tukar rupiah melemah (undervalued) terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.












