Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Alasan Adanya Gerbong Khusus Wanita di KRL, Ternyata Berkaitan dengan Kasus Pelecehan Seksual

12
×

Alasan Adanya Gerbong Khusus Wanita di KRL, Ternyata Berkaitan dengan Kasus Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Rabu, 29 April 2026 – 13:35 WIB

Example 300x600

Jakarta, VIVA – Gerbong khusus perempuan di Kereta Rel Listrik (KRL) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul usulan agar posisinya dipindahkan ke tengah rangkaian kereta. Usulan ini mencuat usai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.


img_title


Tegas! Menhub Tak Segan Tindak Taksi Green SM Jika Temukan Pelanggaran

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, menilai penempatan gerbong perempuan di bagian tengah dapat menjadi opsi untuk meningkatkan perlindungan penumpang perempuan saat terjadi situasi darurat. Selama ini, gerbong khusus wanita berada di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian KRL.

“Kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang laki-laki di ujung, yang, iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu,” kata Arifah kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.


img_title


Daftar Nama Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Total Bertambah Jadi 16 Orang

Usulan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin. Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan. Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi,” kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu, 29 April 2026.


img_title


Momen Haru Ayah Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Peluk Peti Jenazah Anaknya

Menurut Bobby, KAI tidak membedakan perlindungan antara penumpang laki-laki maupun perempuan. “Tidak ada kompromi sama sekali dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan,” jelas dia.

Alasan Terciptanya Gerbong Khusus Wanita di Indonesia

Jika ditelusuri sejarahnya, PT Kereta Api Indonesia resmi meluncurkan gerbong kereta khusus wanita atau KKW pada Agustus 2010. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan saat itu, Fredy Numberi, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar di Stasiun Depok, Jawa Barat.

Pada tahap awal, PT KAI menyiapkan tiga rangkaian kereta khusus perempuan. Dalam setiap rangkaian, terdapat dua gerbong yang diperuntukkan bagi wanita dan anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Gerbong khusus wanita ini ditempatkan di posisi paling depan dan paling belakang rangkaian kereta, yakni gerbong pertama dan gerbong kedelapan. Saat pertama kali diluncurkan, fasilitas tersebut baru berlaku untuk KRL AC Ekonomi dan KRL Express rute Jakarta–Depok, dengan harga tiket yang tetap sama seperti gerbong reguler.

Halaman Selanjutnya





Source link

Example 300250
Example 120x600