Selasa, 18 November 2025 – 11:44 WIB
Sumenep, VIVA – Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video yang menampilkan cekcok antara sekelompok orang di tengah laut, disertai narasi bahwa prajurit TNI membekingi perusahaan minyak di wilayah Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur.
Salah satunya diposting akun Instagram @badanintelejenngopi. Dalam unggahan tersebut tampak sejumlah nelayan terlibat adu mulut, sementara beberapa prajurit TNI terlihat berada di lokasi kejadian.
Unggahan itu menyertakan narasi yang menyebut adanya oknum TNI yang membekingi perusahaan minyak, sehingga memicu spekulasi dan reaksi keras dari warganet.
“Oknum TNI bekingi perusahaan minyak di Kagean. Satu kapal besar datang, satu kampung bisa hancur,” demikian dikutip dari akun tersebut, Selasa, 18 November 2025.
TNI menegaskan klaim tersebut tidak benar dan menyebut kehadiran anggotanya hanya untuk melakukan mediasi. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan video yang beredar hanyalah potongan dan tidak menggambarkan situasi utuh.
“Potongan video yang disampaikan itu tidak lengkap. Video tersebut hanya pada saat personel TNI AL menengahi protes sejumlah nelayan,” kata Tunggul.
Ia menekankan bahwa tidak ada praktik beking terhadap perusahaan mana pun. “Keberadaan personel TNI AL di lokasi itu guna menegahi atau mediasi aksi protes sejumlah nelayan terhadap survei seismik yang dilaksanakaan oleh Kapal SK Carina dari PT KEI yang berada di bawah pengawasan SKK Migas di wilayah Perairan Pulau Kangean,” katanya.
Tunggul mengatakan, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, ketegangan antara nelayan dan pihak kapal survei sudah menemukan titik temu.
“Saat ini menurut informasi yang saya peroleh, permasalahan antara Nelayan dan pelaksanaan survei seismik oleh Kapal SK Carina sudah menemukan titik tengah dan permasalahan selesai dengan damai,” kata dua lagi.












